Category: Berita Sepak Bola

Deulofeu Resmi Dimainkan Milan

Gerard Deulofeu adalah pemain sayap dari Everton yang baru saja berhasil dipinjamkan oleh salah satu klub besar di Italia yaitu AC Milan. Dikabarkan hanya dalam waktu kurang dari seminggu resmi dipinjamkan, sang pemain akan diberikan pengarahan dan akan langsung digunakan di lapangan pada saat menghadapi Juventus.

Sebelumnya, kubu sang pemiliknya enggan untuk meminjamkan pemainnya, walau terbilang jarang dimainkan namun Ia masih dapat digunakan sebagai pelapis kedua tim inti dari Everton. Bahkan beberapa kali negosiasi sempat ditolak. Namun bukan karena masalah ia masih dibutuhkan saja, hal lainnya jika ingin menggunakan sang pemain, Milan harus membelinya tanpa harus meminjamnya.

Namun dikarenakan masalah dalam neraca keuangan klubnya pada musim ini, milan akhirnya tetap berminat untuk membelinya dengan catatan Ia ingin meminjamkan dulu hingga musim kompetisi ini berakhir.

Hari Senin kemarin tanggal 23 Januari 2017, akhirnya kedua belah pihak telah menyetujui kesepakatan yang telah mereka buat, dan sang pemain kini resmi menggunakan seragam garis vertikal hitam merah dengan nomor punggung 7.

Rencananya sang pemain akan dimainkan Milan dalam pertandingan yang paling dekat yaitu Coppa Italia. Dalam pertandingan itu Deulofeu bersama tim barunya langsung akan menghadapi pemuncak klasemen di Liga Italia Serie A yaitu Juventus pada tanggal 26 Januari besok. Ia diyakini akan menggantikan M’Baye Niang, sebagai pemain sayap kiri.

Perjuangan Milan untuk Deulofeu cukup serius sehingga banyak pendukungnya bertanya tanya mengapa pemain berdarah Spanyol itu. Dalam musim ini saja Ia tak pernah menyumbangkan gol walau sempat memberi satu assist untuk rekannya.

Sang pelatih Milan, Vincenzo Montella, sepertinya lebih mengetahui hal ini. Ia sempat mengatakan bahwa Deulofeu merupakan pemain yang memiliki bakat besar dan Ia akan membantunya untuk dapat mengeluarkan performa terbaiknya.

Ia mengatakan “Deulofeu adalah pemain yang sudah saya kenal, saya sudah memantaunya sejak lama. Ia punya talenta yang pasti, tapi ia belum sepenuhnya mengeluarkannya. Itulah tugas saya untuk menemukannya, melihatnya sebagai pemain yang sangat kuat,”.

Montella pun melanjutkan “Kami mengontraknya sehingga ia bisa bermain. Pengaruhnya sangat bagus dan pendekatannya juga. Kami akan melihat sisi fisiknya, ia ingin menunjukkan pada semua orang apa yang bisa ia lakukan,”.

Rudiger Tepis Isu Transfer Dirinya

Antonio Rudiger merupakan pemain lini belakang dari AS Roma yang baru bergabung dengan timnya sejak musim lalu. Ia sempat dipinjamkan Roma dari klub lamanya yaitu VfB Stuttgart yang bermain di Liga Divisi dua Bundesliga pada tanggal 19 Agustus 2015 sejumlah 4 juta Euro, dan akhirnya ia dipermanenkan oleh Roma pada tanggal 30 Mei 2016 lalu dengan tebusan 9 Juta Euro ditambah bonus setengah juta Euro dengan 4 tahun masa kontrak.

Namun belakangan dengan performanya yang ciamik membuatnya ia dilirik oleh banyak klub dan salah satunya yang paling gencar untuk memburu tanda tangannya adalah klub dari liga Inggris yang berada di Puncak klasemen saat ini yaitu Chelse.

Hanya saja dari banyak media yang memberitakan kemungkinan kepergiannya dalam waktu dekan membuat Ia memastikan sekali lagi bahwa Ia masih nyaman di Roma walaupun sempat cedera beberapa waktu yang lalu.

Ia membeberkan tentang siapa yang menyebarkan kabar tersebut,  “Ada banyak media di Italia! Tim ini telah banyak membantu saya, dan saya tak bisa mengeluh tentang dukungan pelatih yang telah diberikan kepada saya, baik sebelum atau sesudah saya cedera,”.

Ia menambahkan “Tentu saja, untuk ini (transfer) anda harus berbicara dengan agen saya. Ada pembagian kerja yang jelas dalam keluarga saya. ‘Saudara say, Sahr, mengurus segala sesuatunya dan menjaga itu jauh dari saya, sehingga saya bisa melakukan apa yang terbaik yang bisa saya lakukan, bermain sepakbola. Saat ini saya sangat senang di Roma, saya bermain untuk klub yang kuat dan saya memiliki tujuan di sini. Jadi saya tak benar-benar tertarik dengan rumor transfer itu saat ini,”

Bahkan Iapun menyemangati timnya untuk lebih serius dan konsisten bila ingin terus bersaing dalam perebutan gelar musim ini. Pasukan mereh kuning Italia itu saat ini berada dibawah satu peringkat dengan dengan Juventus dengan selisih satu poin namun Juventus masih belum memainkan satu pertandingan yang tertunda.

Ia mengatakan “Kami harus memainkan permainan kami dan konsisten. Paruh pertama musim ini tak buruk, kami memenangkan banyak pertandingan, termasuk laga derby. Dan tentu saja, kami ingin menjadi juara Italia lagi suatu hari nanti. Tapi tahun ini Coppa Italia dan Liga Europa juga masih mungkin bagi kami,”.

Fomasi All Star Juve, Agresif!

Miralem Pjanic selaku Gelandang Juventus yang baru bergabung pada awal kompetisi musim ini sempat melemparkan pujian kepada pelatihnya, Massimiliano Allegri, baru baru ini. Hal ini dikarenakan keputusan sang pelatih dalam menerapkan formasi baru mereka pada saat mereka menghadapi Lazio pada tanggal 22 Januari 2017 pekan lalu.

Dalam pertandingan Serie A pekan ke 21 di Juventus Stadium, Bianconeri menurunkan semua striker  andalannya baik dari Mario Mandzukic, Paulo Dybala Juan Cuadrado dan bomber terbaru mereka Gonzalo Higuain sebagai pemain starting mereka. Kemudian formasi tersebut disebutkan oleh media sebagai fomasi All Star Juventus versi Allegri.

Dan hasilnya dapat diketahui setelah pertandingan berlangsung bahwa ketajaman didepan gawang membuat mereka mampu menjebol 2 angka untuk dapat menundukkan klub sekelas Lazio. Mereka mampu membuahkan dua angka dalam waktu kurang dari 20 menit sejak pertandingan dimulai.

Gol tersebut disumbangkan oleh Dybala setelah mendapat umpan dari Mandzukic pada menit ke 5 dan kemudian gol kedua diciptakan Higuain setelah diberikan passing oleh Cuadrado pada menit ke 17.

Dengan tertinggalnya dua angka sepertinya sang pelatih Lazio yaitu Simone Inzaghi, mencoba merubah strateginya dan hal itu berhasil menahan laju hantaman formasi All Star Juventus.

Walau merka hanya mampu membuahkan dua buah gol namun hasilnya terbilang memuaskan dan Pjanic merasa formasi ini sangat harmonis dengan komposisi tim Bianconeri. Ia mengatakan “Kami benar-benar menikmati sistem baru dan itu adalah respon yang besar dari kami. Kami memberikan mereka ruang sangat sedikit dan bermain agresif, menciptakan peluang dan memainkan sepakbola yang baik. Ini adalah tiga poin yang sangat penting dalam perburuan gelar,”.

Hanya saja ia tak mengetahui dengan pasti kemungkinan sang pelatih akan menggunakan formasi yang sama dalam menghadapi AC Millan dalam ajang kompetisi Coppa Italia tanggal 26 Januari mendatang.

Ia mengatakan “Hal Itu adalah tugas pelatih. Tim pasti menanggapi sangat baik hari ini, bermain dengan disiplin dan menampilkan performa yang baik,”.

Pjanic menambahkan “Coppa Italia adalah target kami dan kami akan mempersiapkan itu sebaik mungkin. Kami bertemu lawan yang sulit dan itu pertandingan sistem gugur tapi kami pasti akan memberikan 100% kekuatan kami,”.

Sassuolo Naik Peringkat, Pescara Semakin Terbenam

Dalam pertandingan pekan ke 21 Serie A 2016-2017, Sassuolo dihadapkan untuk bertanding di markas Pescara, Stadio Adriatico – Giovanni Cornacchia. Pertandingan tersebut menghasilkan kemenangan bagi kubu Sassuolo dengan skor 1-3.

Pada laga yang diselenggarakan hari Minggu tanggal 22 januari 2017 kemarin, kedua tim termasuk sama kuat, bahkan dalam hal menciptakan peluang, sang tuan rumah lebih unggul. Hanya saja di dalam hal penguasaan bola, Sassuolo sedikit lebih unggul. Dan bahkan mereka mampu menggetarkan gawang yan dijaga oleh Albano Bizzarri.

Gol pertama berhasil disumbangkan oleh Alessandro Matri, bahkan ia mencatatkan gol pembuka dalam waktu kurang dari satu menit tepatnya di detik ke 58 setelah mendapatkan umpan dari Matteo Politano. Gol tersebut diakui sebagai gol tercepat di Serie A 2016/17 hingga saat ini.

Tentunya sang tuan rumah kaget karena mereka sudah kebobolan dengan penyerangan super cepat itu. Akhirnya mereka mampu menguasai keadaan dengan mempertahankan skor tersebut hingga babak pertama usai.

Bahkan tidak itu saja, mereka juga mampu menyamakan kedudukan dengan pada sepuluh menit setelah pertandingan babak kedua dimulai melalui aksi dari Jean-Christophe Bahebeck yang mendapatkan umpan dari Cristiano Biraghi.

Namun di menit ke 65, Sassuolo menggandakan angkanya melalui gol dari Lorenzo Pellegrini. Gol kali ini berhasil diciptakan setelah bekerja sama dengan Luca Mazzitelli. Dan akhirnya Matri memastikan keunggulan dari timnya serta memperlebar jarak angka pada menit ke 73 dengan skema yang sama dengan sebelumnya yaitu mengeksekusi umpan yang diberikan Politano.

Sebenarnya pada menit ke 88, Pescara bisa saja memperkecil kekalahan mereka dengan hadiah penalti yang diberikan sang wasit karena kiper Sassuolo, Andrea Consigli melakukan pelanggaran dikotak penalti. Akhirnya pemain belakang mereka yaitu Cristiano Biraghi mengeksekusi tendangan tersebut namun tendangannya menuju pojok kiri gawang dapat diantisipasi oleh sang kiper.

Hingga babak kedua usai, kedua tim tak mampu menambahkan angka lagi sehingga Sassuolo saat ini telah mengumpulkan 24 poin dan naik ke peringkat 14 sedangkan tuan rumah semakin terbenam di dasar papan klasemen sebagai klub yang paling sedikit mengumpulkan poin.

Walau Sulit, Roma Akan Bekerja Keras Dan Fokus

Luciano Spalletti selaku pelatih AS Roma mengungkapkan bahwa kemenangan timnya saat menghadapi Cagliari aalah kemenangan yang layak mereka dapatkan. Mereka unggul dengan skor tipis 1-0.

Pertandingan yang dilaksanakan di markas Olimpico Stadium pada dini hari tadi tanggal 23 Januari 2017, Roma mampu mendominasi pertandingan, walaun pada dasarnya pertahanan yang dibuat sang tamu sangat solid, terutama kiper mereka Rafael. Walaupun Roma unggul dalam hal menciptakan peluang dan meguasai bola nyatanya Roma hanya mampu membenamkan bola sekali saja.

Gol semata wayang tersebut dihasilkan penyerang andalan mereka yang berkebangsaan Bosnia-Herzegovina yaitu Edin Dzeko. Penyerang berusia 20 tahun tersebut berhasil menjadi juru penyelamat poin timnya pada menit ke 55, hasil kerjasamanya dengan Antonio Rudiger. Gol ini merupakan gol penyelamatan ketiga mereka dengan skor yang sama setelah sebelumnya di putaran lalu saat mereka mengalahkan Udinese dan Genoa .

Ia pun mengatakan “Saya pikir ini adalah kemenangan yang layak. Ada banyak tim yang bisa bangkit kembali di klasemen, seperti Inter yang bangkit begitu cepat, Milan menunjukkan saat melawan Napoli bahwa mereka punya ide bagus dan tentu saja Napoli yang menang pada laga itu,” ujarnya.

Spalletti menambahkan “Ini jalan panjang sampai akhir dan kami harus menjaga fokus untuk mendapatkan hasil, seperti malam ini, yang mungkin tampak lebih mudah di atas kertas tapi sesuatu yang sangat sulit saat ini,”.

Sang pemain yang telah menjadi pahlawan di pertandingan melawan Cagliari pun juga sempat mengutarakan pendapatnya kepada Mediaset Premium “Ini adalah kemenangan penting karena Cagliari adalah tim yang bagus. Namun Kami bekerja keras dan harus terus fokus pada diri kami sendiri,”.

Dzeko pun sempat mengomentari kegagalan saat dirinya menjebol gawang di babak pertama dan ia juga berpendapat bahwa gol akan datang bila tim tetap bersatu, Ia mengatakan  “Ini memalukan untuk kegagalan saya mencetak gol di babak pertama, tapi saya lebih bergairah di babak kedua. Kami harus terus seperti ini, semua bersatu. Kami tak harus melihat hasil tim lain dan hanya memikirkan kemenangan kami sendiri,”.

Rahasia Napoli Kalahkan Milan Karena Maradona Effect

Jose Callejon yang merupakan striker dari Napoli belum lama ini mengatakan tentang kehebatan timnya dalam menghadapi lawan lawannya walaupun dengan sekelas raksasa Milan. Ia memuji rekan rekannya bahwa mereka mampu menunjukkan diri untuk layak menjadi juara musim ini di Liga Serie A.

Dalam pertandingan liga Italia kemarin tanggal 22 Januari 2017, Napoli menghadapi Milan di kandang Milan, Stadio Giuseppe Meazza di San Siro. Mereka berhasil mengungguli tuan rumah dengan skor tipis 2-1. Bahkan kedua gol mereka dihasilkan di 10 menit pertama pertandingan.

Sebenarnya dalam pertandingan tersebut Milan berhasil mendominasi pemainan baik dalam hal menciptakan peluang maupun dalam penguasaan bola, namun mereka hanya mampu menggetarkan gawang lawan sebanyak satu kali saja.

Gol pertama terjadi di menit ke 6 oleh Lorenzo Insigne setelah menerima umpan dari Dries Mertens. Dan hanya dalam waktu 3 menit, kali ini Mertens berhasil memberikan umpannya ke Jose Callejon. Sayangnya dimenit 37 mereka kebobolan oleh aksi Juraj Kucka.

Callejon mengakui pertandingan yang dihadapinya cukup sulit karena mereka berhadapan dengan pemain berkualitas pilihan Vincenzo Montella. Namun dengan kemenangan tersebut membuat Ia yakin terhadap kehebatan timnya.

Ia mengatakan, “Ini adalah kemenangan yang sulit dan kami harus menderita untuk itu, tapi ini layak. Datang ke San Siro tak pernah mudah, tapi kami membuktikan kami tim yang hebat. Milan memainkan sepakbola yang sangat baik dan selama 30 menit kami luar biasa, tapi mereka memberi tekanan untuk waktu yang lama dan kami melakukannya dengan baik untuk mencegahnya,”.

Ia pun melanjutkan “Ini hasil yang sangat penting dan memberi kami dorongan kepercayaan diri yang sesungguhnya. Ini merupakan ujian kedewasaan kami dan kami lulus. Kami ingin setinggi mungkin di klasemen, tak ada seorang pun dari kami akan puas dengan menjadi yang kedua, kami ingin terus mendorong maju,”.

Callejon pun sempat membeberkan kunci sukses timnya saat mengalahkan Milan dan Ia mempredikisi hal tersebut karena Maradona Effek. Ia mengatakan, “Kami layak mendapatkannya. Selalu sulit untuk bermain di San Siro, tapi kami telah menunjukkan bahwa kami tim yang hebat. Ya, tentu saja ini ada sedikit dari ‘Maradona efek’,”.

‘Maradona efek’ yang dimaksud Callejon adalah kunjungan sang Legenda beberapa hari sebelum pertandingan ke markas Napoli. Menurutnya semangat yang diberikan oleh Maradona membuat para pemain Napoli sangat termotivasi hingga mampu mengalahkan Milan dengan skor 1-2. Maradona ingin para pemain menampilkan performa maksimal, impresif dan penuh semangat.

Delapan Pertandingan Tak Terkalahkan, Bangun Mentalitas Inter

Inter Milan kembali mereguk kemenangan yang kedelapan kalinya dipertandingan terakhir yang mereka mainkan secara berturut turut. Hal ini tentunya membuat senang semua pihak yang mendukung Inter termasuk pelatih dan para pemainnya.

Kemenangan terakhir yang mereka dapatkan adalah pada saat mengunjungi Stadio Renzo Barbera, markas Palermo dalam ajang kompetisi Serie A putaran ke 21. Pertandingan yang diselenggarakan kemarin tanggal 22 Januari 2017 itu, mereka berhasil meraih kemenangan walau dengan skor tipis 0-1.

Dalam pertandingan tersebut pada dasarnya Inter mendominasi pertandingan meskipun bermain di kandang lawan, terutama pada babak kedua. Mereka mampu menekan upaya tuan rumah baik dalam hal penguasaan bola maupun dalam hal menciptakan peluang. Dan akhirnya salah satu peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh Joao Mario di menit ke 65.

Sang pelatihpun sempat mengakui kehebatan tuan rumah dalam menahan permainan tim yang idasuhnya. Menurutnya Palermo bermain dengan cukup baik. Ia mengatakan kepada Mediaset, “Setiap kemenangan adalah hal yang hebat dan kami tahu ini jadi kemenangan sulit, karena Palermo bermain dengan intensitas yang tinggi,”.

Namun pada akhirnya Ia tetap memuji pasukannya yang mampu mengatasi permainan lawannya terutama di lini pertahanan. Dan tentu saja dengan mampu menggetarkan gawang mereka, Pioli pun merasa senang dapat meraih poin penuh. Ia pun mengatakan “Kami tidak pernah mengizinkan mereka melakukan tembakan ke arah gawang dan kami menciptakan banyak peluang untuk cetak gol,”

Kemenangan timnya secara beruntun dinilai penting bagi timnya. Selain karena dapat membangun mentalitas  mereka, hal tersebut juga membantunya dalam persiapan pengumpulan poin kedepannya. Saat ini mereka memiliki 39 poin dan berada diperingkat ke 5 klasemen sementara namun mereka masih tertinggal tujuh poin dengan runner up pekan ini yang diisi oleh Roma.

Ketatnya persaingan antara peringkat 4 sampai 7 sangat begitu terlihat. Jika mereka lengah maka akan mudah dilewati oleh para rivalnya. Apalagi jadwal dua minggu kedepan cukup berdekatan dan melawan tim berat terutama karena mereka saat ini mengikuti dua kompetisi penting, Liga Serie A dan Coppa Italia. Sang pelatih mengatakan, “Sekarang kami harus fokus mempersiapkan tim untuk melawan Pescara, Juventus dan Lazio,”.

Montella Merasa Tak Pantas Disandingkan Dengan Sarri

Pelatih AC Milan, Vincenzo Montella belum lama ini telah menyebut lawan mainnya nanti yaitu Napoli sebagai salah satu klub  sepak bola yang sangat kuat di Italia. Namun hal tersebut cukup membuat tim asuhannya sangat senang menghadapi pertandingan semacam itu.

Pertemuan kedua kubu tersebut merupakan ajang lanjutan kompetisi Liga Italia Serie A yang diselenggarakan di San Siro pada tangal 22 Januari 2013, hari Minggu besok. Bagi Milan pertandingan tesebut sangat penting karena jika memang mereka berhasil dalam memenangkan pertandingan tersebut maka Milan bisa memperkecil selisih poin dengan Napoli menjadi 1 poin. Namun jika mereka kalah maka mereka harus megejar Napoli dengan 7 poin lagi.

Pelatih Milan itupun juga menyadari bahwa tim yang diracik oleh Maurizio Sarri memiliki kekuatan dalam hal kualitas.Ia akan memprediksi bahwa pertandingan tersebut akan menegangkan. Namun Ia menikmati pertandingan yang menangtang seperti ini. itu.

Ia mengatakan kepada Football Italia “Ini adalah pertandingan dengan tingkat pertaruhan yang tinggi, memainkannya adalah sumber kebanggaan bagi kami, tetapi juga merupakan sebuah tanggung jawab. Kami tidak boleh merasa puas,”.

Ia menambahkan “Kami menghadapi tim yang sangat kuat, tim yang telah dibangun untuk lolos ke Liga Champions, Kami akan menghadapi mereka dalam bentuk permainan terbaiknya, yang berarti kmi harus menampilkan performa kami dalam kualitas yang tertinggi, dan kami senang bisa bermain di laga seperti ini,”.

Montella pun sempat mengakui kehebatan atas kinerja rivalnya  yang telah membuat Napoli berada di tiga besar klasemen. Ia pun mengerti taktik apa yang sering dimainkan oleh pelatih Partenopei ini.

Sarri cenderung  memeiliki strategi possession football yang baik, dan setelah Napoli Ia asuh, mereka pun bermain cukup ofensif serta atraktif. Sementara dirinya juga tak jauh berbeda dan menekankan pentingnya penguasaan bola. Dan karena itula ia sering di banding bandingkan dengan pelatih yang berusia 58 tahun tersebut.

Namun Montella tak merasa bahwa dirinya layak disandingkan dengan seniornya itu. Walaupun Sarri tak pernah menjadi pemain bola tetapi Ia sudah menjadi pelatih dari tahun 1990 dengan berbagai klub. Ia mengatakan  kepada Football Italia “Napoli termasuk salah satu tim yang bermain lebih baik di level Eropa. Saya tak merasa saya pantas dibandingkan dengan Sarri. Ia suka sekali mendominasi penguasaan bola dan melakukan serangkaian umpan-umpan pendek. Timnya sangat dikenal. Saya sangat respek kepadanya sebagai seorang pelatih,”.

Saat ini AC Mlan berada di pertingkat kelima klasemen sementara Serie A 2016-2017 dan telah mengumpulkan 37 poin dari 19 pertandingan. Di lain pihak lawannya berada di peringkat ketiga klasemen dengan dengan total 41 poin dari 20 laga.

Telan Kekalahan Telak Lawan Roma, Ini Alasan Pelatih Sampdoria

Pada pertandingan dini hari tadi tanggal 20 Januari 2017 pukul 03:00, Sampdoria berkunjung ke markas AS Roma di Stadio Olimpico, dalam melanjutkannya ajang kompetisi Coppa Italia yang sudah memasuki putaran ke perdelapan final. Sayangnya langkah mereka harus tertahan untuk menjadi juara musim ini.

Dalam pertadingan tersebut Roma sedikit unggul dibandingan Sampdoria badik dalam hal penguasaan bola maupun dalam hal percobaan penjebolan bola ke dalam gawang yang dijaga oleh Christian Puggioni. Dan hingga setelah pertandingan berakhir, Samporia kebobolan sebanyak 4 kali dengan tanpa balasan ke gawang Roma yang dijaga oleh Alisson.

Pada dasarnya Sampdoria cukup memberikan perlawanan yang sengit dengan solidnya dilini belakang terutama pada babak pertama. Gol pertama dalam pertandingan tersebut dibenamkan oleh Raja Nainggolan pada menit ke 39.

Namun pada babak kedua pertahanan Sampdoria mulai goyah. Mereka menerima bola diperut gawang mereka dua menit setelah babak kedua dimulai hasil dari aksi Edin Dzeko. Kemudian pada menit ke 61 Dzeko juga memberikan umpan kepada Stephan El Shaarawy dan Ia berhasil mengeksekui menjadi sebuah gol ketiga. Dan akhirnya tepat dimenit ke 90 Nainggolan berhasil menambah penderitaan Sampdoria.

Walaupun kalah, Marco Giampaolo selaku pelatih Sampdoria, memuji permainan tim yang diasuhnya. Ia mengatakan bahwa timnya takluk melawan AS karena kalah dalam hal pengalaman. Namun Ia meyakini bahwa pasukannya seharusnya mampu melakukannya lebih maksimal dalam laga tersebut.

Ia mengatakan kepada Rai Sport, “Kami bisa melakukannya lebih baik lagi, terutama di depan gawang dan perhatian di pertahanan. Kami mampu berlari ke segala arah dan memberi tekanan kepada mereka. Namun, di saat-saat yang menentukan Roma membuat perbedaan.Tentu, selama pertandingan detail akan mengubah keseimbangan situasi dan kami saat ini belum banyak memiliki pengalaman serta masih perlu lebih banyak belajar,”.

Giampaolo pun kembali menambahkan “Tujuan kami musim ini adalah meletakkan dasar. Sampdoria ingin berada di posisi tujuh besar atau delapan. Klub mulai dari awal pada bulan Juli karena banyak pemain yang berpengalaman pergi dan kami menciptakan sebuah tim yang kuat dengan pemain muda untuk masa depan,”.

Pasalic Belum Tahu Nasibnya Musim Depan

Marko Naletilic selaku agen Mario Pasalic sempat mengatakan bahwa masa depan kliennya di AC Milan saat ini masih belum ada kepastian. Ia pun saat ini sedang menunggu keputusan dari klubnya yang saat ini berada di puncak klasemen sementara Premier League 2016-2017 hingga putaran ke 21 yaitu Chelsea. Hingga kini Chelsea adalah sebagai pemilik yang sah dari sang pemain gelandan bernomor punggung 80 di Milan.

Pasalic memang telah bergabung dengan Chelsea sejak tanggal 9 Juli 2014 HNL dan ditebus dengan nilai 3 Juta Pounsterling. Sebelumnya Ia direkrut dari Hajduk Split, salah satu klub sepak bola yang bermain di Liga Kroasia, Prva HNL, Namun yang menarik Ia tidak  pernah dimainkan oleh timnya sama sekali..

Setelah sang pemain bergabung dengan Chelsea, la langsung di pinjamkan ke Elche, salah satu klub yang bermain di Segunda Division selama satu musim. Kemudian Ia dipinjamkan lagi ke AS Monaco yang bermain di liga Prancis, Ligue 1, selama satu musim juga. Dan akhirnya pada musim kompetsi kali ini ia berhasil dipinjamkan untuk Milan.

Dalam tim yang diracik oleh pelatih Milan yaitu Vincenzo Montella, Saat ini Pasalic lebih banyak memiliki jam terbang dan bisa mencicipi aura pertandingan sepak bola Italia di Serie A. Ia pun tercatat sudah 10 kali dimainkan oleh Montella dan berhasil menjebol gawang lawan walaupun baru satu kali sehingga ada kemungkinan klubnya akan membelinya secara permanen pada akhir musim ini.

Namun sayangnya hingga saat ini, pemain yang masih berusia 21 tahun itu belum diketahui nasibnya untuk musim depan, apakah ia akan ditarik kembali ke Chelsea, atau dipinjamkan ke klub lain, atau masih dipinjamkan ke Milan.

Akan tetapi dari sisi agen,  Ia belum belum membicarakan hal yang menyangkut masa depan kliennya secara langsung dengan Chelsea. Ia mengatakan kepada Calciomercato, “Belum [menanyakan pada Chelsea], ini masih terlalu dini. Mario datang ke sini hanya berstatus pinjaman sehingga masa depannya masih berada di tangan Chelsea. Kami sangat hormat pada mereka sebagaimana pada Milan,” .