Telan Kekalahan Telak Lawan Roma, Ini Alasan Pelatih Sampdoria

Pada pertandingan dini hari tadi tanggal 20 Januari 2017 pukul 03:00, Sampdoria berkunjung ke markas AS Roma di Stadio Olimpico, dalam melanjutkannya ajang kompetisi Coppa Italia yang sudah memasuki putaran ke perdelapan final. Sayangnya langkah mereka harus tertahan untuk menjadi juara musim ini.

Dalam pertadingan tersebut Roma sedikit unggul dibandingan Sampdoria badik dalam hal penguasaan bola maupun dalam hal percobaan penjebolan bola ke dalam gawang yang dijaga oleh Christian Puggioni. Dan hingga setelah pertandingan berakhir, Samporia kebobolan sebanyak 4 kali dengan tanpa balasan ke gawang Roma yang dijaga oleh Alisson.

Pada dasarnya Sampdoria cukup memberikan perlawanan yang sengit dengan solidnya dilini belakang terutama pada babak pertama. Gol pertama dalam pertandingan tersebut dibenamkan oleh Raja Nainggolan pada menit ke 39.

Namun pada babak kedua pertahanan Sampdoria mulai goyah. Mereka menerima bola diperut gawang mereka dua menit setelah babak kedua dimulai hasil dari aksi Edin Dzeko. Kemudian pada menit ke 61 Dzeko juga memberikan umpan kepada Stephan El Shaarawy dan Ia berhasil mengeksekui menjadi sebuah gol ketiga. Dan akhirnya tepat dimenit ke 90 Nainggolan berhasil menambah penderitaan Sampdoria.

Walaupun kalah, Marco Giampaolo selaku pelatih Sampdoria, memuji permainan tim yang diasuhnya. Ia mengatakan bahwa timnya takluk melawan AS karena kalah dalam hal pengalaman. Namun Ia meyakini bahwa pasukannya seharusnya mampu melakukannya lebih maksimal dalam laga tersebut.

Ia mengatakan kepada Rai Sport, “Kami bisa melakukannya lebih baik lagi, terutama di depan gawang dan perhatian di pertahanan. Kami mampu berlari ke segala arah dan memberi tekanan kepada mereka. Namun, di saat-saat yang menentukan Roma membuat perbedaan.Tentu, selama pertandingan detail akan mengubah keseimbangan situasi dan kami saat ini belum banyak memiliki pengalaman serta masih perlu lebih banyak belajar,”.

Giampaolo pun kembali menambahkan “Tujuan kami musim ini adalah meletakkan dasar. Sampdoria ingin berada di posisi tujuh besar atau delapan. Klub mulai dari awal pada bulan Juli karena banyak pemain yang berpengalaman pergi dan kami menciptakan sebuah tim yang kuat dengan pemain muda untuk masa depan,”.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *